Klinik Terapi Okupasi di Jakarta Selatan

Klinik Terapi Okupasi di Jakarta Selatan

Klinik Terapi Okupasi di Jakarta Selatan hubungi AMG Clinic 02144403939

Hampir semua anak berkebutuhan khusus (special needs Children), yang diantaranya adalah autism spectrum disorder atau autis memiliki keterlambatan dalam perkembangan motoriknya baik itu motorik halus maupun kasar, misalnya memegang sendok, berdiri, berjalan dan memegang pensil. Klinik terapi okupasi di Jakarta Selatan dapat membantu masalah yang di alami anak anda seperti autism dengan dibantu oleh terapis yang berpengalaman.

Apa itu autism spectrum disorder? Autism spectrum disorder atau yang biasa kita sebut sebagai autis adalah gangguan neurologis yang mengakibatkan adanya ketelambatan perkembangan keterampilan, komunikasi dan kognitif pada anak.

Autism biasanya terjadi pada anak dengan rentang usia 0 – 3 tahun, autis dapat dialami oleh semua golongan sosial maupun ekonomi. Keluhan utamayang biasanya di keluhkan oleh orang tua adalah, keterlambatan bicara, gangguan pada pendengaran dan juga kesulitan bersosialisasi. Berikut adalah gejala yang di alami oleh pengidap autism spectrum disorder, seperti :

-        Gangguan interaksi social

Gangguan interaksi social meliputi kontak mata yag kurang atau sama sekali tidak ada kontak mata antara anak dengan orang yang mengajak bicara, ekpresi dan emosi yang dingin, menolak jika ingin dipeluk dan acuh pada keadaan di sekitar.

-        Gangguan pada komunikasi dan bahasa

Terlambat bicara, gagal memulai dan mepertahankan pembicaraan, sering bergumam untuk berkomunikasi, dan mengulang kata – kata yang pertama kali di dengarnya.

-        Terdapat perilaku streoptik

Perilaku streoptik berupa minat yang terbatas, tertarik hanya pada satu benda dan sangat menyukai benda yang bisa berputar.

-        Hipo / Hiperaktivitas

Gejala ini meliputi anak yang suka mengigit kuku atau tangan, membenturkan kepala, menarik – narik rambut, atau memukul dirinya sendiri. Dan juga menolak jika jadwal rutinitas sehari – harinya berubah, seperti waktu makan, tidur dan mandi.

Ketiga gejala ini pasti ada pada anak pengidap autis, bukan hanya satu atau dua gejala saja. 70% – 80% anak autis mengalami yang namanya keterbelakangan mental sedang dengan IQ antara 20 hingga 70, dan juga terdapat kepekaan terhadap suara, cahaya dan sentuhan dan tidak peka dengan rasa sakit sehingga jika anak pengidap autis terluka maka tidak akan menangis.

Posted in Layanan